Sexy Pink Heart - Precision Select smile : March 2015

Wednesday, March 11, 2015

Proposal

Proposal, sebelum sampai ke pimpinan yang nantinya akan menyetujuinya, anggap saja melewati asistennya terlebih dahulu.
Ternyata kali ini sang pimpinan berkata "terserah padamu asisten". Sang asisten tau akan kebiasaan pimpinannya yang selalu menjawab seperti itu. Sedangkan seorang pimpinan pasti memiliki keputusannya sendiri. Walaupun biasanya sang pimpinan tidak akan keberatan atas keputusan yang diambil oleh asistennya, tapi sang asisten tetap selalu menanyakan pada pimpinannya untuk mengetahui keputusan yang jelas walaupun jawabannya tetap sama "terserah".
Dalam jangka waktu itu adalah waktu yang paling kritis karena pengaju proposal pun akan menanyakan kepastiannya. Asisten mana yang akan memperlihatkan kelemahan pimpinannya(?). Maka sang asisten pun memgambil keputusan untuk berkata "pimpinan memang selalu menyerahakan keputusan pada saya, jadi diproses saja dulu proposalnya". Pengaju proposal pun merasa bahagia.
Tak disangka ternyata pimpinan berkata "Keputusan memang terserah padamu, tapi tunggulah dulu. Tidak mengambil keputusannya sekarang.".
Sang asisten merasa terbebani karena baru sadar bahwa ternyata selama ini sang asisten hanya berjalan sendiri, lalu sang asisten merasa perlu untuk memberi tau sang pengaju proposal. Tapi ternyata sang pengaju proposal tidak ada di tempat.